Sudah Sesuaikah antara Gaya Hidup dan Pendapatanmu

Sudah Sesuaikah antara Gaya Hidup dan Pendapatanmu?

Sebagai orang yang sudah berpenghasilan, kamu pasti ingin sering makan enak di restoran dan ngopi di kafe. Kamu juga pasti ingin tampil menarik dengan memakai pakaian bermerek dan parfum yang mahal. Sesuatu hal yang wajar jika kamu ingin menyenangkan diri dengan uang yang telah kamu dapat dengan susah payah. Namun, apakah gaya hidupmu sudah sesuai dengan pendapatanmu? Coba cek dengan poin-poin berikut ini:

1. Keuanganmu sering defisit

Apakah kamu sering mendapati gaji yang kamu dapat habis lebih dulu sebelum hari gajian berikutnya? Jika iya, artinya keuanganmu defisit. Kamu harus waspada karena ini tanda yang jelas bahwa gaya hidupmu tidak sesuai dengan pendapatanmu.

2. Punya utang konsumtif

Gaji yang kamu dapat mencukupi semua kebutuhanmu dengan baik. Tetapi ingat-ingat kembali, apakah kamu masih punya utang konsumtif yang belum dibayar? Utang konsumtif adalah utang yang bukan digunakan untuk investasi, tidak menghasilkan pemasukan, dan tidak produktif. Contohnya adalah cicilan perhiasan dan cicilan mobil mewah yang jarang dipakai. Apabila kamu berutang konsumtif untuk memenuhi gaya hidupmu, artinya gaya hidupmu terlalu berlebihan dibandingkan kemampuanmu.

3. Tidak mampu menabung untuk masa depan

Gajimu cukup dan kamu bisa sedikit menabung. Perlu dipastikan lagi, apakah tabungan tersebut cukup untuk masa depan, misalnya untuk keperluan mendadak atau saat kamu sudah berkeluarga? Kalau tabunganmu hanya cukup untuk keperluan jangka pendek saja, artinya kamu perlu mengalihkan pendapatan lebih banyak untuk tabungan dan mengkaji ulang standar gaya hidupmu.

Jika gaya hidupmu tidak sesuai dengan pendapatanmu, mungkin dampaknya tidak akan terlalu terasa saat ini. Tetapi, tentu tidak baik untuk jangka panjang. Segera lawan ego dan selamatkan keuanganmu. Berikut adalah beberapa cara untuk mengatasinya:

1. Buat rencana anggaran

Susun anggaran keuangan dengan baik. Buat jumlah minimal tabungan yang wajib kamu sisihkan setiap bulan. Tabungan itu harus meliputi tabungan jangka pendek dan jangka panjang. Ada baiknya memisahkan uang tabungan dari gaji terlebih dahulu, baru menggunakan sisanya untuk pengeluaran. Sesuaikan gaya hidupmu dengan jumlah uang sisa tersebut.

2. Tambah pemasukan

Bekerjalah dengan lebih giat. Contohnya dengan mengambil lembur, pekerjaan sambilan di akhir pekan, atau berbisnis. Bila pendapatanmu bertambah, maka uang yang bisa kamu pakai untuk memenuhi pengeluaran pun bertambah. Pastikan pemasukanmu bisa mengimbangi gaya hidupmu.

3. Kurangi pengeluaran

Bila menambah penghasilan tidak memungkinkan, potong pengeluaran, terutama pengeluaran tersier. Misalnya mengurangi makan di luar, mengurangi frekuensi belanja, mengganti liburan yang mahal dengan liburan menarik yang tidak memerlukan banyak uang, dan lain-lain. Pada pilihan ini, gaya hiduplah yang menyesuaikan pemasukan.

Mengubah gaya hidup memang tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Namun, jika kamu mulai menurunkan standar gaya hidup sesuai pendapatan, kamu akan terkejut dengan betapa banyaknya uang tabungan yang bisa kamu kumpulkan. Selain itu, kamu akan mendapat perasaan tenang karena kondisi finansialmu menjadi lebih sehat.

About admin

Check Also

Ubah Cicilan Kartu Kredit jadi Kebebasan Finansial

Ubah Cicilan Kartu Kredit jadi Kebebasan Finansial PeHampir semua pekerja kantoran saat ini memiliki kartu …